MUSITRIBUNE.COM – Audensi BPS OKU Timur dengan Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M. Pertemuan ini membahas hasil monitoring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus pemaparan berbagai indikator makro daerah tahun 2025.
Bupati menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan BPS dalam menyediakan data yang akurat dan mutakhir untuk pengambilan kebijakan.
“Alhamdulillah, hari ini saya menerima audiensi Kepala BPS Kabupaten OKU Timur bersama tim terkait hasil monitoring Program MBG serta pemaparan indikator makro 2025. BPS juga menyampaikan perkembangan perekonomian, ketenagakerjaan, kemiskinan, serta persiapan Sensus Ekonomi 2026,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah dan BPS dalam mewujudkan kebijakan berbasis data (evidence-based policy).
“Sebagai Bupati, saya siap mendukung seluruh kegiatan dan survei BPS demi tersedianya data yang valid untuk pembangunan daerah. Terima kasih kepada BPS atas dedikasi dan sinerginya. Semoga kolaborasi ini semakin menguatkan langkah kita menuju OKU Timur yang maju lebih mulia,” tambahnya.
Plt. Kepala BPS OKU Timur, Anwar Ashari, S.E., M.M., memaparkan sejumlah perkembangan strategis daerah.
Pada sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) kembali menunjukkan tren positif. NTP Tanaman Pangan pada triwulan III meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sejalan dengan harga gabah yang relatif tinggi dan stabil, sehingga daya beli petani turut menguat.
Sebaliknya, NTP perkebunan rakyat mengalami penurunan akibat turunnya harga sejumlah komoditas, terutama kakao, kelapa, dan pinang. Meski begitu, secara keseluruhan NTP Januari–September 2025 berada pada angka 107,04. Nilai ini menunjukkan petani OKU Timur masih berada dalam kondisi surplus, karena penerimaan mereka lebih tinggi dari biaya produksi dan konsumsi.
Pada aspek pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) OKU Timur tahun 2025 berada pada angka 74,42 dan menempati peringkat ke-6 tertinggi di Provinsi Sumatra Selatan, masuk dalam kategori “baik”.
Sementara itu, tingkat pengangguran di OKU Timur tercatat lebih rendah 0,59 poin dibandingkan angka Provinsi Sumsel, serta berada pada peringkat ke-9 terendah antar kabupaten/kota di Sumsel. Capaian ini mencerminkan kondisi ketenagakerjaan daerah yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.(esa)

















Discussion about this post